Indeks Saham

Indeks Saham
Indeks saham adalah harga rata-rata saham dari suatu bursa di negara tertentu yang dikelompokkan secara khusus. Karena merupakan harga gabungan saham, pergerakan Indeks jauh lebih stabil dibanding pergerakan saham individualnya, sehingga dikenal sebagai sarana diversifikasi portfolio, hedging dan perdagangan yang baik. Indeks saham dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk performa saham-saham yang lainnya.

Indeks Saham Asia
ndeks Saham Jepang (ISJ) dan Indeks Saham Hong Kong (ISH) kepada para klien. ISJ adalah indeks 225 saham perusahaan besar yang diperdagangkan di Tokyo Stock Exchange (TSE). ISH adalah indeks saham utama dari Hong Kong Exchanges and Clearing (HKEX) dan terdiri atas 45 perusahaan besar. Perdagangan dibentuk dalam kontrak futures dan dilaksanakan dengan sistem perdagangan alternatif (SPA), sehingga membuka peluang kepada semua pihak untuk dapat terlibat di dalamnya, dengan modal yang relatif lebih kecil dan tingkat likuiditas yang juga sangat tinggi.

Indeks Saham Amerika Serikat
Tiga indeks saham terbesar di Amerika Serikat adalah Dow Jones Industrial Average (DJIA), NASDAQ 100 dan S&P 500. DJIA mewakili rata-rata 30 perusahaan besar dan go-public. S&P 500 merupakan indeks saham yang jauh lebih besar – terdiri atas 500 perusahaan besar, yang memberikan wakil (proxy) yang akurat dan portofolio yang adil dan beragam. NASDAQ (National Association of Dealers Automated Quotations System) terdiri atas 100 saham biasa non-finansial domestik terbesar yang terdaftar di Nasdaq Stock Market. Ketiganya dilaksanakan melalui sistem perdagangan alternatif (SPA), yang memungkinkan semua pihak dapat terlibat dengan modal yang relatif lebih kecil dan tingkat likuiditas yang tinggi.