Emas adalah pengukur modal dan dimensi kekayaan yang paling tua dan efektif. Logam mulia lainnya digunakan untuk tujuan yang sama. Generasi berubah, akan tetapi pada saat yang sama, bagi setiap orang emas sama dengan alat pembayaran dan komoditas. Dengan emas, batasan negara diabaikan dan emas dianggap sebagai mata uang dunia yang utama hingga tahun 70an pada abad 20. Oleh karena itu,transaksi dengan logam mulia berada dalam pengawasan yang ketat. Secara umum, semua transaksi dilakukan pada tingkat otoritas moneter negara dan organisasi keuangan internasional.

Namun, sebagai akibat dari kontradiksi di dalam sistem terjadi perubahan kualitatif dan kurs mata uang menjadi mengambang. Sebagai konsekuensinya, peran emas diubah, dalam skala hukum emas dikeluarkan dari omset mata uang dunia. Pasar logam mulia berubah, tidak hanya struktur pasarnya tetapi juga anggotanya dan pelaksanaannya berubah. Saat ini, emas bukan lagi fasilitas pembayaran; tetapi emas tidak meninggalkan sistem perekonomian. Saat ini, pasar emas dunia merupakan pasar internasional dan domestik yang rumit, yang hampir sama sekali tidak dibawah kendali pemerintah. Pasar tersebut menjamin trading global 24 jam untuk logam mulia dan instrumen turunannya.

Struktur permintaan pada pasar emas dunia terbagi menjadi 3 sektor: cadangan pada semua level, konsumsi industri dan domestik dan pelaksanaan yang spekulatif. Simpanan meliputi logam mulia, simpanan swasta dan pemerintah, pergerakan bahan mentah sekunder (emas) dan perdagangan ilegal.

Sumber utama persediaan adalah produsen emas; pembeli utama adalah mereka yang menggunakan emas untuk kepentingan industri. Produsen dan pembeli secara tidak rutin muncul di pasar karena faktor yang berbeda. Namun, kami akan memperhatikan lebih lanjut kenaikan dan resesi pada pasar logam mulia.

PERINGATAN ADANYA RESIKO DALAM BERTRANSAKSI.
Transaksi melalui margin merupakan produk dengan penggunaan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan belum tentu cocok untuk seluruh investor. tidak ada jaminan keuntungan atas investasi Anda dan oleh karenanya waspadalah terhadap pihak-pihak yang menjanjikan jaminan keuntungan kepada Anda. Anda dihimbau untuk tidak menggunakan dana yang Anda tidak siap untuk menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi, pastikan Anda sudah memahami resiko-resiko yang ada dan juga pertimbangkan pengalaman Anda.