Short Covering Dorong Greenback Menguat 2 Hari Berurutan

News 2017-09-13   08:16:33 WIB





Jakarta - Dollar AS terlihat menguat sejak awal pekan kemudian dilanjutkan pada sesi perdagangan hari Selasa (12/9) saat Investor melepas posisi Sell mereka terhadap Greenback, menyusul kenaikan yields Treasury dan menjelang rilis data Inflasi yang menjadi fokus pasar selanjutnya.

“Data Inflasi AS merupakan resiko besar bagi pasar, mengingat posisi (bearish) Dollar yang saat ini sudah ekstrim. Greenback berpotensi akan melonjak bila nanti rilis Inflasi naik melewati prakiraan”, ucap Alexandra Russell-Oliver, Analis Caxton FX.

Aksi jual Dollar merupakan perdagangan ketiga yang paling ramai di pasar global sejak minggu pertama bulan September, menurut Survey yang dilakukan oleh Merrill Lynch, Bank of America. Hasil survey tersebut dinilai akurat, karena Greenback memang mengalami trend penurunan cukup dalam sepanjang bulan ini.

Posisi melawan Dollar oleh Investor telah membengkak ke level rekor dalam beberapa bulan terakhir. Hal tersebut dipicu oleh lemahnya rilis data Fundamental AS dan perubahan prospek kenaikan suku bunga Fed yang tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat (September).

“Belum ada rilis data Fundamental yang berubah terkait outlook (bearish) Dollar, yakni Pasar telah menjadi lebih skeptis terhadap prospek Rate Hike Fed pada pertemuan September. Namun setidaknya rilis data Inflasi yang membaik bisa meningkatkan taruhan terkait prospek Rate Hike di akhir tahun”, ucap Antje Praefcke yang merupakan Analis Forex Commerzbank AG di Frankfurt.

Pada pukul 20:14 WIB, Indeks Dollar (DXY) yang mengukur kekuatan terhadap enam major currency berada di level 92.02 atau naik 0.16 persen. Penguatan Greenback tercermin pada pergerakan pair EUR/USD yang berada di level 1.1932; USD/CHF berada di level 0.9615 dan USD/JPY berada di level 109.97. Greenback hanya melemah terhadap Sterling setelah rilis data CPI Inggris meroket.



PERINGATAN ADANYA RESIKO DALAM BERTRANSAKSI.
Transaksi melalui margin merupakan produk dengan penggunaan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan belum tentu cocok untuk seluruh investor. tidak ada jaminan keuntungan atas investasi Anda dan oleh karenanya waspadalah terhadap pihak-pihak yang menjanjikan jaminan keuntungan kepada Anda. Anda dihimbau untuk tidak menggunakan dana yang Anda tidak siap untuk menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi, pastikan Anda sudah memahami resiko-resiko yang ada dan juga pertimbangkan pengalaman Anda.