Manajemen Emosi Dalam Trading

News 2017-09-12


Tofik manajemen emosi trading ini adalah kelanjutan dari tulisan tentang kehidupan trader profesional yang ditulis sebelumnya. Ternyata para trader profesional itu menarapkan manajemen emosi yang sangat ketat dalam menjalankan trading forex. Karena itulah, setiap tindakan trading yang dilakukannya lebih minim terhadap resiko. Kita sudah tahu bukan, trading itu bukan hanya butuh modal atau investasi yang besar saja, namun aktivitas trading memerlukan kesiapan mental yang bagus dan kepatuhan terhadap manajemen trading, salah satunya kontrol emosi untuk tidak melakukan kesalahan maupun kecerobohan dalam bertrading. Baiklah, mari kita cermati dalam-dalam apa saja bentuk manajemen emosi dalam aktivitas trading yang harus kita miliki dalam bertrading.

Manajemen Emosi Ketika Trading untuk Meminimalisir Kerugian

Manajemen Emosi: Pergerakan Pasar akan Selalu Mengalami Perubahan

Benar sekali! Tidak seorang trader (profesional) sekalipun yang bisa menentukan pergerakan harga dalam pasar trading secara pasti. Pasar bisa saja, dan akan bergerak sekehendaknya, tidak peduli seberapa canggih sistem trading atau sehebat apapun rencana trading Anda.

Artinya, pergerakan harga pasar tidak akan bisa Anda yang dikte. Maka jika Anda mengalami kerugian akibat Anda salah mengambil posisi trading, maka hal itu tidak berarti strategi trading Anda yang salah atau analisa yang keliru. Oleh sebab itu, dalam kondisi demikian hendaknya setiap trader harus bisa menerima kenyataan bahwa posisi yang diambilnya bisa salah atau tidak sesuai dengan yang sedang diharapkan. Setelah Anda menyadari sepenuhnya akan hal ini, maka jika menjadi seorang trader tidak seharusnya memikirkan mengapa Anda salah posisi?, melainkan Anda harus tetap fokus pada pergerakan harga yang selanjutnya.

Manajemen Emosi: Menerapkan Manajemen Resiko dan Menentukan Ukuran Lot

Trader yang konservatif biasanya menentukan resiko tidak lebih dari 2% hingga 3% dari balance akunnya setiap kali akan entry. Dalam hal menekan emosi yang destruktif, penerapan money manajemen sangat penting untuk menghindari besarnya kerugian yang tidak diharapkan. Pada kenyataannya ukuran lot trading yang benar-benar sesuai akan membuat trading Anda lebih objektif, karena Anda tidak harus risau dengan besarnya kerugian. Pada kondisi ini, fokus Anda tidak lagi pada besarnya dana yang bakal hilang karena Anda telah melakukan tindakan yang ditentukan sebelumnya, tetapi lebih fokus pada apa kemungkinan yang bakal terjadi pada pergerakan harga selanjutnya.

Manajemen Emosi: Trading Secara Bertahap

Untuk mengurangi pengaruh emosi, jika Anda melakukan kesalahan dalam menentukan posisi. Maka mulailah mempertimbangkan untuk membagi ukuran lot trading, artinya tidak langsung di trading semunya dalam sekali entry, bisa setengahnya, sepertiganya atau mungkin seperempatnya saja. Hal tersebut akan berguna untuk menambahkan posisi baru ketika pergerakan harga tidak sesuai dengan kondisi harga yang Anda harapkan. Anda bisa berasumsi bahwa Anda tidak harus entry dengan 100% benar.

Manajemen Emosi: Memahami dengan Baik Strategi Exit

Supaya Anda bisa selalu fokus pada pergerakan harga pasar, Anda harus merencanakan juga tentang di level mana exit Anda yang paling tepat, baik ketika akan melakukan stop loss maupun target trading Anda. Hal tersebut sangat penting karena akan menghindarkan keterlibatan emosi Anda ketika pergerakan pasar mengalami perubahan yang sangat tidak sesuai dengan yang Anda perkirakan.

Demikian sekilas tentang manajemen emosi dalam menjalankan aktivitas trading forex yang harus Anda pahami, supaya trading yang Anda jalankan bisa mendatangkan keuntungan (profit) yang maksimal dan mengantarkan kebebsan finansial hidup Anda sebagai trader profesional yang telah memilih untuk full time dalam dunia trading.



PERINGATAN ADANYA RESIKO DALAM BERTRANSAKSI.
Transaksi melalui margin merupakan produk dengan penggunaan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan belum tentu cocok untuk seluruh investor. tidak ada jaminan keuntungan atas investasi Anda dan oleh karenanya waspadalah terhadap pihak-pihak yang menjanjikan jaminan keuntungan kepada Anda. Anda dihimbau untuk tidak menggunakan dana yang Anda tidak siap untuk menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk melakukan transaksi, pastikan Anda sudah memahami resiko-resiko yang ada dan juga pertimbangkan pengalaman Anda.